Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan

Memelihara Ayam Kampung


Ayam kampung merupakan ayam lokal asli. Konon ayam ini berasal dari ayam hutan yang dijinakan. Jangan terkecoh dengan jenis-jenis ayam buras lain seperti ayam katai dan ayam arab. Meskipun kini banyak dijumpai hasil silangan ayam kampung untuk meningkatkan produktivitasnya. Kelebihan ayam kampung mempunyai daya tahan yang cukup kuat terhadap penyakit.

Bibit ayam kampung bisa didapatkan dengan membeli dalam bentuk telur, Day Old Chicken (DOC), atau indukan. Bila membeli dalam bentuk telur, pastikan mengetahui asal-usul telur tersebut. Bila memilih bibit dari DOC, kenali ciri-ciri yang baik antara lain tidak cacat, berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.

Ternak ayam kampung biasanya tidak membedakan antara ayam petelur dan ayam pedaging. Produktivitas bertelur ayam kampung sangat rendah, sekitar 115 butir per tahun. Pertumbuhannya juga lambat, hingga umur 2 bulan ukuran ayam masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Baru pada umur 8-12 bulan ayam kampung sudah siap untuk ukuran konsumsi.

Ada anggapan keliru mengenai ayam kampung, yaitu ayam betina hanya bisa bertelur apabila dikawini oleh pejantan. Pendapat itu keliru, karena ayam kampung seperti juga ayam ras petelur dan unggas lainnya bisa bertelur meski tidak dikawini. Ayam kampung juga bisa produktif asal mendapatkan perlakuan dan pemberian pakan yang tepat. Telur yang dihasilkan karena tidak dikawini infertil dan tidak akan menetas.Ayam kampung sudah bisa bertelur setelah berumur 6 bulan.

Tidak seperti ayam ras, betina ayam kampung mempunyai naluri yang tinggi untuk mengerami telur dan memelihara anaknya. Saat periode mengerami dan mengasuh anak, ayam betina menjadi agresif untuk melindungi anaknya.

Panduan umum cara ternak ayam kampungAda hal yang harus dipantang dalam ternak ayam kampung asli, yakni jangan mengurung ayam 24 jam dan jangan hanya memberikan pakan pabrikan saja. Bila kedua hal tersebut dilakukan, siap-siap untuk merugi. Ayam kampung asli yang dikurung 24 jam artinya harus diberikan pakan buatan secara terus menerus. Alhasil, karena pertumbuhannya lambat, biaya pakan yang dikeluarkan tidak akan menutupi ongkos produksi.

Jadi bagaimana cara memelihara ayam kampung agar untung? Biarkan pekarangan di dalam pagar beralaskan tanah ditumbuhi rerumputan. Lingkungan seperti itu akan memberikan pakan alami bagi ayam. Hijauan akan tumbuh sebagai pakan tambahan dan cacing tanah juga bisa memenuhi kebutuhan protein ayam. Ada kebiasaan ayam memakan kerikil untuk membantu pencernaan di dalam tembolok mereka. Pakan buatan diberikan tidak secara intensif, hanya 2-3 kali saja sehari. Sisanya biarkan ayam mencarinya sendiri.

Cara merawat lovebird


Burung lovebird merupakan burung peliharaan yang populer. Dari segi bentuk mirip-mirip dengan burung bayan atau betet. Hanya saja tubuhnya lebih mungil, sedikit lebih besar dari burung parkit. Jenis burung lovebird cukup beragam, silahkan lihat mengenal jenis burung lovebird.

Lovebird disukai karena keindahan bentuk, warna, tingkah laku dan suaranya. Secara umum cara merawat lovebird untuk berbagai tujuan tersebut relatif sama. Hanya ada beberapa kekhususan, misalnya apabila lovebird yang kita miliki ingin diasah suaranya.

Lovebird berasal dari wilayah Afrika. Meskipun begitu, burung ini bisa beradaptasi dengan baik hampir di semua iklim. Di Indonesia yang beriklim tropis dan berhawa lembab, lovebird bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Asalkan cara merawat lovebird dilakukan dengan benar.

Patokan dasar dalam merawat lovebird adalah bagaimana agar si burung tetap sehat dan bugar. Banyak faktor yang menentukan kesehatan dan kebugaran lovebird. Mulai dari kondisi lingkungan makro seperti iklim dan cuaca, kondisi lingkungan mikro seperti sangkar dan perlengkapannya, jenis pakan yang diberikan hingga kebiasaan si empunya dalam merawat lovebird.


Sangkar untuk lovebird

 Lovebird merupakan burung yang lincah dan ceria. Oleh karenanya memerlukan ruang yang agak besar untuk mengekspresikan gerakannya. Terdapat dua jenis sangkar untuk lovebird, yakni sangkar berbentuk silinder dan kotak. Sangkar silinder sekurang-kurangnya berdiameter 30-40 cm dengan tinggi 40 cm dan sangkar kotak sekurang-kurangnya berukuran 25x35x40 cm.

Sangkar sebaiknya terbuat dari besi atau logam. Karena lovebird mempunyai kebiasaan menggigit apa yang ada disekitarnya. Apabila sangkar terbuat dari bambu atau kayu dikhawatirkan akan rusak dan si burung bisa kabur.

Sangkar tersebut diberi tangkringan yang terbuat dari kayu bulat. Sebaiknya permukaan tangkringan dibiarkan kasar, bukan hasil bubut. Usahakan tidak terdapat bagian yang tajam untuk tangkringan. Jenis kayu yang cocok salah satunya adalah kayu asam.

Jenis pakan lovebird
Lovebird adalah burung pemakan biji-bijian. Pakan biji-bijian campuran yang banyak dijual di pasaran bisa diberikan untuk burung ini. Sedangkan makanan ekstra fooding-nya bisa berupa biji matahari, biji kedelai, kacang merah, kacang hijau dan biji-bijian lain yang banyak dijual di pasaran. Lovebird juga menyukai sayuran dan buah-buahan. Sayuran yang dapat diberikan antara lain kangkung darat, sawi, jagung muda dan jenis sayuran lainnya. Buah-buahan yang biasa diberikan antara lain, apel, anggur, pisang, pepaya dan pir.

Lovebird membutuhkan asupan mineral seperti kalsium dan mikro nutrisi lainnya. Nutrisi ini bisa didapatkan dari asinan seperti tulang sotong. Penting agar asinan ini selalu tersedia dalam kandang. Biarkan si lovebird memakannya ketika dia merasa membutuhkannya.

Penambahan multivitamin bisa diberikan sebagai makanan suplemen. Pemberian multivitamin dicampurkan pada air minum setiap seminggu sekali. Bila lovebird Anda akan diikutkan kontes, bisa ditambahkan suplemen tambahan baik sebelum maupun sesudah kontes. 

Tips cara merawat lovebird umum
 Cara merawat lovebird secara umum tidak jauh berbeda dengan merawat burung lain. Sebagaimana hewan peliharaan pada umumnya, bila dirawat dengan kecintaan dan kasih sayang si lovebird bisa “hepi”.

Kalau lovebird Anda sudah hepi dan tidak stres, dia akan berterimakasih kepada si pemiliknya dengan menampakkan keceriaan dan suara yang prima. Berikut tips cara merawat lovebird ala Mas Bram, disarikan dari buku pintar burung-burung kicauan. 

  • Pada pagi hari pukul 7.00, burung dibawa keluar rumah diangin-anginkan selama 30 menit. Kemudian burung dimandikan, bisa disemprot atau menggunakan keramba, tergantung kebiasaan. Bersihkan kandang, periksa pakan, ganti air dan berikan buah atau sayuran segar.
  • Setelah dimandikan burung dijemur selama 30-60 menit. Waktu penjemuran yang tepat dari jam 8.00-11.00 pagi. Selama penjemuran sebaiknya burung dikelompokkan atau diperlihatkan burung sejenis lain.
  • Setelah dijemur, gantungkan di teras rumah untuk diangin-anginkan selama 10 menit. Ganti air minum, karena air yang telah terjemur sinar matahari kualitasnya tidak bagus lagi. Kemudian tutup kandang dengan kerodong dan bawa burung masuk.
  • Dari pukul 11.00 hingga menjelang sore, burung boleh diperdengarkan suara-suara master.
  • Di sore hari, sekitar pukul 15.30 bawa burung keluar untuk diangin-anginkan selama kurang lebih satu jam. Bila perlu boleh dimandikan (frekuensi mandi harus konsisten, bisa sehari sekali atau dua kali sehari. Jangan berubah-ubah). Kontrol pakan dan air minum, berikan tambahan sayuran dan buah segar.
  • Setelah lewat jam 18.00 burung dikerodong kembali. Bisa juga diperdengarkan suara master hingga pagi hari.
Bagaimana Tips cara merawat lovebird biar gacor dan Tips cara merawat lovebird untuk persiapan lomba, tunggu update kami selanjutnya!
 
Sumber: alamtani.com