Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Pelaksanaan Budidaya Tanaman Jagung


Pelaksanaan pembudidayaan tanaman jagung me liputi teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pencegahan terhadap hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman, cara dan periode panen, serta cara pengemasan.

Teknik penanaman
Beberapa teknik penanaman jagung yang harus dilakukan adalah sebagai berikut
a. Tumpang sari (intercropping), yaitu melakukan penanaman disuatu lahan dengan lebih dari jenis tanaman (umur tanaman bisa sama, bisa juga berbeda). Contohnya, Jagung dan kede (tumpang sari umurnya berbeda)
b. Tumpang gilir (multiple cropping), yaitu melakukan penanaman disuatu lahan secara beruntun sepanjang tahun untuk satu jenis tanaman dengan jenis tanaman lainnya dengan memerhatikan factor – factor lain, terutama untuk memperoleh hasila tau keuntungan maksimal. Contoh jagung muda – apgi gogo – kacang tanah – singkong
c. Tanaman bersisipan (relay cropping), pola tanam yang dilakukan dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanamn selain tanaman pokok pokok. Contohnya jagung disispkan kacang dalam waktu tanam yang berbeda, tanaman kacang panjang dsisipkan menjelang tanah jagung dipanen).
d. Tanaman campuran (mixed cropping) yaitu pola tanam dengan cara menanam beberapa tanaman tanpa diatur jarak tanamnya maupun lariknya. Contohnya tanaman campu seperti jagung kedelai dan singkong. Keuntungan pola tanam ini adalah pemanfaatan lal sangat efisien. Sedangkan kekurangnanya adalah sangat rentan terkena hama dan penyakit.

Pembuatan Lubang tanam
Alat yang dibutuhkan untuk membuat lubang adalah tugal. Buat lubang dengan ukuran 45 x 45 x 45 cm. kedalaman yang baik yaitu apabila tanaman diletakan dalam lubang, kedudukan letak bagian cabang utamanya sejajar dengan permukaan tanah.
Lubang ditimbun dengan sub – soil yang dicampur bahan organik (dalam jumlah lebih dan dari campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai tepung tulang 20%. Jumlah SLfosfat 1,5-2 kg per 10 m2tanah, tepung tulang 1,5-3 kg per 10 m2. Lubang diisi top soil dan ba organic sampai membentuk gundukan.

Cara penanaman
Pada umumnya waktu tanam untuk tanaman jagung adalah apda waktu musim hujan hari berakhir karena tanaman ini tidakd apat tumbuh dengan baik apda saat ari berlebihan dan kekurangan air. Artinya tanaman ini akan tumbuh dengan baik apda saat jumlah air cukup. Tetapi, waktu tanamnya bisa juga berbeda – beda tergantung dari tempat menanamnya. Misalnya ditanam dilahan sawah irigasi, biasanya waktu tanamnya apda akhir musim hujan, jika dita dilahan kering, waktu tanamnya apda awal musim hujan dan akhirmusim hujan. Selain itu tanahnya kering, sebaiknya diairi terlebih dahulu.

Cara menanam bibit jagung tersebut adalah sebagai berikut :
a. Setiap lubang bisa ditanam satu atau dua tanaman. Jarak tanam untuk satu tanaman adalah 75 x 25 cm sedangkan jaraktanam untuk dua tanaman adalah 75 x 50 cm.
b. Tanamkan bibit jagung (biji) kedalam lubang tanam, jumlah biji yang dimasukkan tergantung yang diinginkan, jika ingin ditanam satu tanaman per lubang, masukkan 3 butir benih per lubang, sedangkan jika ingin ditanam dua tanaman per lubang, masukkan 3 butir benih per lubang.
c. Penanaman jagung ini akan efektif apabila dilakukan oleh 5 orang, apalagi jika lahan yang akan ditanaminya sanga tluas. Keempat orang tersebut melakukan tugasnya masing – masing, yaitu dua orang bertugas untuk membuat lubang, satu orang bertugas memasukkan benih, dan satu orang lagi bertugas untuk memberi pupuk.

Pemeliharaan tanaman

Hal – hal yang harus dilakukan untuk memelihara jagung adalah sebagai berikut.
1) Penjarangan dan penyulaman
Penjarangan dilakukan jika pada setiap lubang tumbuh tanaman lebih dari yang diinginkan Misalnya kita menginginkan setiap lubang tumbuh dua tanman sedangkan pada lubang tersebut tumbuh tiga tanaman maka satu tanaman harus di buang. Cara membuangnya tidak boleh dicabut langsung karena akan melukai akar tanaman lainnya yang dibiarkan untuk tumbuh. Adapun tanaman yang dibuang adalah tanaman yang bertumbuhannya kurang atau tidak baik, Cara untuk membuangnya adalah dipotong dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam tepat diatas permukaan tanah
Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau mati. Kegiatan ini dilakukan 7 – 10 hari setelah penanaman. Benih yang digunakan sebaiknya sama dengan benih pada saat penanaman yang pertama. Jumlah benih dan perlakukan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.

2) Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu atau gulma. Waktu untuk melakukan kegiatan ini adalah setiap 2 minggu sekali. Pada saat tanaman jagung masih kecil (masih muda), penyiangan umumnya dilakukan hanya dengan menggunakan tangan, cangkul kecil, atau garpu, kegiatan ini dilakukan umumnya setelah tanaman berusia 15 hari.

3) Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pembibitan. Pada saat pembumbunan dilakukan ebrsamaan dengan penyiangan, hal ini bertujuan untuk memperkokoh posisi batang sehingga tanaman tidak mudah rebah dan untuk menutup akar yang muncul ke atas permukaan tanah karena danya aerasi.
Pembumbunan dilakukan dengan cara menguruk tanah disebelah kiri dan kanan barisan tanaman dengan mengggunakan cangkul, kemudia ditimbun dibarisan tanaman sehingga terbentuk guludan yang memanjang. Kegiatan ini umumnya dilakukan pada saat penyiangan yang kedia yaitu setelah tanaman berusia 1 bulan.

4) Pemumpukan
Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman jagung adalah pupuk urea sebanyak 200 – 300 kg/hektar, pupuk TSP/SP sebanyak 75 – 100 kg/hektar, dan pupuk KCI sebanyak 50 – 100 kg/hektar.
Pemberian pupuk dilakukan dalam tiga tahap, tahap pertama (pupuk dasar) dilakukan bersamaan dengan penanaman/waktu tanam. Tahap kedua (pupuk susulan I) dilakukan setelah tanaman berusia 3 – 4 minggu, sedangkan tahap ketiga (pupuk susulan II) dilakukan setelah tanaman berusia 8 minggu atau setelah muncul malai.

5) Pengairan dan penyiraman
Penyiraman dilakukan setelah benih ditanam kecuali jika kondisi tanah sudah lembap. Jumlah air yang disiramkan secukupnya, tidak perlu banyak sehingga air menjadi menggenang
Pengarian dilakukan untuk menjaga tanaman supaya tidak layu. Selain itu, pengarian juga diperlukan pada saat tanaman ini menjelang berbung akarena membutuhkan air dalam jumlah yang lebih besar sehingga memerlukan pengairan air di parit – parit diantara bumbunan tanaman jagung diperlukan pengaliran air yang lebih besar sehingga air menjadi menggenang.

6) Penyemprotan pestisida
Kegiatan ini dilakukan hanya pada kondisi adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Pestisida yang digunakan adalah pestisida untuk mengendalikan ulat.

Beberapa hama yang menyerang tanaman jagung antar alain sebagai berikut

a) Lalat bibit (Atherigona Exigua Stein)
Gejala : daun berubah warna menjadi kekuning – kuningan; disekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan, akhirnya tanaman menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati.
Penyebab : lalat bibit dengan cirri – cirri warna lalat abu – abu, tubuh bagian punggung berwarna kuning kehijauan dan bergaris, tubuh bagian perut berwarna cokelat kekuningan atau warna telur putih mutiara, dan panjang lalat 3, - 3,5 mm
Pengendalian : Penanaman secara bersamaan dan melakukan system pergiliran tanaman akan sangat membantu untuk memeutuskan siklus hidup lalat bibit, terutama setelah selesai panen supaya hama tidak menyebar; kebersihan di sekitar lahan penanaman sebaiknya dijaga dan selalu diperhatikan dari gangguan gulma; pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan insektisida, beberapa insektisida yang dapat digunakan antara lain : Dursban 20 EC, Hostathion 40 EC, Lavin 74 WP, Marshal 25 ST, miral 26 dan Promet 40 SD sedang dosisi penggunaan dapat mengikuti aturan pakai.

b) Ulat pemotong
Gejala : tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas pemrukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh diatas tanah.
Penyebab : beberapa jenis ulat pemotong Agrotis sp. (A,Ipsilon);Spodoptera Litura, Penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera).
Pengendalian, menanam dalam waktu yang bersamaan pada area yang luas atau melakukan system pergiliran tanaman; dengan mencari dan membunuh ulat – ulat tersebutyang biasanya terdapat didalam tanah, sebelum lahan ditanami jagung, disemprot terlebih dahulu dengan insektisida

Beberapa penyakit yang menyerang tanaman jagung adalah sebagai berikut :
a) Penyakit bulai (downy mildew)
Penyebab : cendawan Peronosclero spora maydis, P.Spora Javanica dan P spora philippinensis yang akan merajalela pada suhu udara lebih dari 270C dan pada kondisi lembap.
Gejala : pada tanaman berumur 2-3 minggu, daun runcing dan kecil, kaku dan pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; pada tanaman berumur 3-5 minggu, tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan kisi; pada tanaman dewasa, terdapat garis – garis kecokelatan pada daun tua.

b) Penyakit bercak daun (leaf bligh)
Penyebab : Cendawan Helminthosporium Turcicum.
Gejala : pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna cokelat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, awalnya bercak terlihat abash, kemudian berubah warna menjadi cokelat kekuning – kuningan, kemudian berubah menjadi cokelat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna cokelat.
Pengendalian : Pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan untuk menekan meluasnya cendawan; pengendalian mekanis dilakukan dengan mengatur kelembapan lahan supaya kondisi lahan tidak lembap; dan pengendalian kimiawi dilakukan dengan pestisida antara lain; Daconil 75 WP, difolatan 4F.

c) Penyakit karat (rust)
Penyebab : Cendawan Puccinia sorghi Schw dan Puccinia Polypora Underw.
Gejala : pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik – titik noda yang berwarna merah kecokelatan seperti karat serta terdapat serbuk yang berwarna kuning kecokelatan, serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang, kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam – macam bentuk.
Pengendalian : mengatur kelembapan pada areal tanam; menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit; melakukan sanitasi pada areal penanaman jagung; pengendalian kimiawi dilakukan dengan menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun.

d) Penyakit gosong bengkak (corn smut/boil smut)
Penyebab: Cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago Zeae (Schw) Ung, Uredo Zeae Schw, Uredo maydis DC.
Gejala : Pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar, pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan akhirnya spora tersebar.
Pengendalian : mengatur kelembapan lahan penanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi; memotong bagian tanaman kemudian dibakar; benih yang akan ditanam dicampur dengan fungsida secara merata ke semua permukaan benih.

e) Penyakit busuk tongkol dan biji
Penyebab : candawan fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella Moniliforme.
Gejala : Gejalanya dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji – biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecokelatan kemudian berubah menjadi warna cokelat berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna cokelat sawo matang.
Pengendalian : menanam jagung varietas unggul, dilakukan pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakukan benih; penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan.

Panen
Tanaman jagung yang dipanen, tidak harus yang sudah tua (matang fisiologis), tetapi disesuaikan dengan tujuannya. Ada 4 tingkat kemasakan buah jagung, yaitu masak susu, masak lunak, masak tua, dan masak kering (masak mati).

Ciri dan Umur Panen
Ciri jagung yang siap dipanen adalah :
a. Umur tanaman jagung yang siap dipanen sekitar 86-96 hari setelah tanam
b. Jagung yang siap dipanen memiliki tongkol atau kelobot mulai mongering, tandanya adalah adanya laposan hitam pada biji bagian lembaga
c. Biji kering, keras, dan mengkilat, apabila ditekan tidak membekas.

Waktu panen
a. Jagung untuk sayur (jagung mudah, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh, saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm.
b. Jagung untuk direbus dan dibakar, dipanen ketika matang susu, Tanda – tandanya kelobot masih berwarna hijau, dan bila biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih.
c. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung) pakan ternak, benih, tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Tanda – tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. Apabila bijinya dilepaskan aka nada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol), Bila biji dipijit dengan kuku, tidak meninggalkan bekas.

Cara Panen
Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya, atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Pada lahan yang luas dan rata sangat coock bila menggunakan alat mesin memetikan.

Periode Panen
Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat, kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas, butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah, terutama bila dipipil berbunga. Memetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus, tidak harus menungu sampai biji masak, tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati.

Prakiraan produksi
Produksi jagung di suatu Negara sering mengalami pasang surut. Hal ini dapat terjadi sebagai akiabt perubahan areal penanaman jagung. Namun demikian dengan ditemukannya varietas – varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan, maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. Walaupun potensi hasil cukup tinggi, cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani, baru memberikan hasil 17 ton/ha.

Pasca Panen
Setelah jagung dipetik biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakans erangkaian pekerjaan yang berkaitan dan akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan.

1) Pengupasan
Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air didalam tongkol dapat diturunkan dan kelembapan disekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. Untuk jagung masih mati sebagai bahan makanan, begitu selesai dipanen, kelobot segera dikupas.

2) Pengeringan
Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan, secara tradisional jagung dijemur dibawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 9-11 %. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari. Penjemuran dapat dilakukan dilantai, dengan alas anyaman bamboo atau dengan cara diikat dan digantung. Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengeringan buatan, tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air didalam biji dengna panas pengeringan sekitar 38-43 0C, sehingga kadar air turun menjadi 12-13%. Mesin pengeringan dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan.

3) Pemipilan
Setelah dijemur sampai kering jagung dipipil. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar. Pada dasarnya “Memipil” Jagung hamper sama pada tongkolnya, maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan.

4) Penyortiran dan Penggolongan
Setelah jagung terlepas dari tongkol, biji – biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki, sehingga tidak menurunkan kualitas jagung. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa – sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, kotoran selama petik ataupun serangan jamur pada hama selama dalam penyimpanan. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara.
Untuk memisahkan biji yang akan digunakan sebagai benih teurtama untuk penanaman dengan mesin penanam, biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya. Maksimal pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan jagung dari campuran kotoran. Tetapi pemisahan dengan car ditampi seperti pada proses pembersihan padi, akan mendapatkan hasil yang baik.

Pengemasan
Jagung pipil yang telah dilakukan pembersihan dan penyortiran, selanjutnya dapat dilakukan pengemasan dengan menggunakan kaleng, drum, karung atau wadah lain. Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan mulutnya dijahit, berat netto maksimum 75 Kg dari tahap mengalami handling baik waktu pmeuatan maupun pembongkaran
Ada beberapa tujuan pengemasan jagung, yaitu agar jagung bersih dari kotoran, mengurangi serangan jamur dan hama. Pengemasan jagung disesuaikan dengan tujuan apsar jagung. Umumnya kemasan yang digunakan berupa karung dengan berat atau 25-50 Kg. Sedangkan eceran seberat 1-Kg. Adapun kemasan jagung untuk dipasarkan disupermarket umumnya menggunakan plastic wrapper seberat 1 Kg yang berisi sekitar 6 buah tongkol jagung.

Semoga bermanfaat.

Budidaya Tanaman Jagung


Jagung merupakan salah satu tanaman pangan biji-bijian dari kelompok rumput-rumputan. Jagung mempunyai nama ilmiah Zea Mays. Budi daya jagung dilakukan karena di Indonesia. Jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Bahkan di beberapa wilayah, misalnya di Madura, Jagung sudah dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Berdasarkan hal tersebut, budi daya jagung memiliki prospek , usah ayang menjanjikan. Bagaimanakah cara pembudidayakan tanaman jagung ini?. Lakukan kegiatan berikut supaya anda mempunyai gambaran jelas tentang budidaya tanaman jagung ini.

Persiapan Budidaya Tanaman Jagung

Persiapan yang harus dilakukan untukmembudidayakan tanaman jagung meliputi pembibitan, pengolahan media tanam, dan pupuk.

Pembibitan

Bibit jagung merupakan biji yang tersimpan didalam tongkolnya. Untuk mendapatkan bibit yang baik, maka biji yang digunakan untuk bibit harus baik. 

Tahapan yang harus dilakukan untuk menyiapkan benih adalah penyiapan benih dan pemindahan benih.

Penyiapan Benih
Hal – Hal yang harus dilakukan pada saat meilih bibit yaitu sebagai berikut :
  1. Pilihlah beberapa tanaman jagung yang besar, barisan biji lurus dan tidak terserang oleh hama dan penyakit.
  2. Petiklah tongkol jagung tersebut setelah melawan fase matang fisiologi. Ciri – cirri matang fisiologi yaitu bijinya sudah mengeras dan sebagian besar daunnya sudah menguning.
  3. Kupaslah tongkol tersebut dan keringkan sampai benar – benar kering.
  4. Apabila benih tidak langsung ditanam, bungkuslah tongkol tersebut dan simpan ditempat yang kering.
  5. Jika langsung digunakan sebagai benih, ambilah biji yang letaknya ditengah tongkol tersebut. Biji tersebut merupakan benih yang baik karena memiliki daya tumbuh lebih dari 90%.

Pemindahan Benih
Beberapa perlakuan pada tahapan ini adalah sebagai berikut :
  1. Mencampur benih dengan fungisida untuk mencegah serangan jamur. Salah satu jenis fungsinya yang dapat digunakan yaitu Benlate.
  2. Memasukkan kedalam lubang penanaman benih, biji jagung bersama – sama dengan insektis butiran dan sistemik, misalnya Furadan 3G untuk mencegah serangan lalat bibit dan, agrotis.
Media tanam jagung berupa tanah yang dilubangi. Penanaman Jagung dapat dilakukan lahan kebun dan disawah. Tahapan yang termasuk media tanam, meliputi penyiapan lahan kebun, pembukahan, pembuatan drainase, pengapuran, dan pemupukan.

Penyiapan lahan Kebun
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk penyiapan lahan kebun adalah sebagai berikut:
  1. Membalikan tanah dan memecahkan bongkahan tanah supaya diperoleh tanah yang gambar untuk memperbaiki aerasi.
  2. Mencangkul tanah yang akan ditanam sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan.
  3. Untuk tanah yang keras, memerlukan pengolahan yang lebih banyak. Tanah harus dicangkul dibajak, kemudian dihaluskan dan diratakan.

Pembukaan lahan
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk pembukaan lahan adalah sebagai berikut:
  1. Bersihkan lahan dari sisa – sisa tanaman sebelumnya. Jika sisa tanaman sebelum jumlahnya tersebut disebarkan pada lahan itu.
  2. Cangkul/Bajak tanah ayng akan dijadikan lahan untuk menanam benih jagung tersebut .

Pembuatan Drainase
Hal yang harus dilakukan adalah membuat saluran drainase setiap 3 cm disepanjang barisan yang drainasenya jelek.

Pengapuran
Pengapuran dilakukan pada lahan yang pH tanahnya kurangn dari 15 (bersifat asam). Jumlah kapur yang digunakan sekitar 300 kg/ha per muslim tanam atau antara 1-3 ton setiap 2 – 3 tahun dengan cara disebar pada barisan tanaman.

Pupuk
Pemupukan dilakukan jika tanah yang digunakan sebagai lahan untuk menanam bibit jagung untuk unsure hara utuk pertumbuhan tanaman tidak mencukupi kadar atau dosis pupuk yang dibutuhkan tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap, Namun dmeikian, dosis yang dianjurkan , rata – rataadalah 200-300 kg/ha untuk urea, 75-100 kg/ha nuntuk TSP, dan 50-100 kg/ha untuk KCI.
Tahapan Pemupukannya meliputi pemupukan dasar, susulan I, dan susulan IIpemupukan dasar dilakukan pada saat penanaman benih dengan dosis 1/3 bagian pupuk urea dan 1 bagian pupuk TSP, dimasukan di parit kiri dan kanan lubang tanaman sedalam 15 cm, lalu ditutup oleh tanah. SUsulan 1 dilakukan apda saat tanaman berumur 30 hari dengan dosis 1/3 bagian pupuk urea dan 1/3 bagian pupuk KCI, dimasukan di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm, lalu ditutup oleh tanah. Sedangkan susulan II dilakukan pada saat tanaman berumur 45 thari dengan dosis 1/3 bagian pupuk urea. 

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler Breeder pada Periode Pemanasan


Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi menarik bagi anda yang sedang merintis usaha budidaya ayam broiler yaitu mengenai Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler Breeder pada Periode Pemanasan. Dalam tulisan ini saya akan membahas  persiapan kandang, mencuci dan mensterilkan kandang, mempersiapkan pemanasan dan lingkaran sebelum anak ayam atau DOC dibesarkan. Dengan persiapan yang matang diharapkan dapat mencegah setidaknya meminimalisir tingkat kematian DOC pada periode stater.

Periode Pemanasan (Brooding Period) atau disebut juga dengan periode stater. Pada prinsipnya, pemeliharaan ayam broiler breeder dan komersial pada periode pemanasan dimulai sejak DOC diterima sampai berumur 3-4 minggu. Periode pemanasan sangat penting karena pada periode ini terjadi perkembangan fisiologi yang menentukan keberhasilan usaha pemeliharaan ayam, yaitu periode pembentukan system kekebalan tubuh, system kardiovaskuler, pembentukan tubuh, dan awal pembentukan kerangka tubuh.

Persiapan Kandang 
Persiapan kandang merupakan pekerjaan awal dari semua kegiatan usaha budidaya dan menjadi salah satu kunci sukses usah budi daya ayam. Baik broiler breeder maupun komersial. Kandang yang digunakan untuk brooding, terutama untuk ayam broiler breeder harus terisolasi dari kandang produksi. Tujuannya melindungi DOC agar tidak mendapatkan tantangan (challenges) bibit penyakit terlalu dini serta memberi kesempatan perkembangan system kekebalan berjalan dengan baik. Perisapan kandang dilakukan melalui dua tahapan sebagai berikut.

Mencuci dan Mensterilisasikan Kandang
Berikut ini beberapa langkah ayng harus dikerjakan sebelum DOC diterima dan dipelihara.
Merapihkan dan memisahkan peralatan sesuai dengan fungsinya selanjutnya, semua peralatan dibersihkan dan dicuci dengan air, cukup dilap dengan kain basah. Peralatan ayng sudah bersih dan steril disimpan di tempat bersih.
Membersihkan semua kotoran dan barang tidak terpakai yang ada didalam kandang dan disekitar kandang. Pupuk kandang harus langsung dibersihkan dan diangkut keluar lokasi. Lantai kandang disapu sampai bersih, layar penutup kandang atau tirai dipasang, dan dilakukan dengan menambahkan deterjen dengan perbandingan 1 kg deterjen untuk 1.000 liter air (1:1.000), kemudian pembilasanya lagi dengan air. 
Melakukan sterilisasi menggunakan disinfektan. DIsinfektan ayng dipakai sebaikknya lebih dari satu jenis dan berspektrum luas (broad spectrum). Sterilisasi dilakukan ke seluruh bagian kandang an lingkungan sekitar kandang.
Melakukan sterilisasi menggunakan disinfektan. DIsinfektan yang dipakai sebaiknya lebihd ari satu jenis dan berspektrum luas (broad spectrum). Sterilisasi dilakukan keseluruh bagian kandang dan lingkungan sekitar kandang.
Melakukaan pengapuran menggunakan kapur tohor atau kapur pertanian ke ba gian dalam, lantai, dan sekeliling luar kandang. Proses pengapuran ini sering dilakukan bersamaan dengan pemberian soda api. Dosis kapur tohor yang dipakai 0,2 – 0,5 kg/m2 dan soda api sekitar 20 gram untuk setiap 4 – 5 m2. 
Membiarkan kandang selama 2-3 hari hingga bagian dalam dan sekitarnya kering. Selama tenggang waktu tersebut, sebaiknya tidaka da orang yang keluar masuk kandang. Penyemprotan dengan disinfektan dilakukan lagi 1- 2 hari sebelum DOC datang dengan jenis disinfektan ayng berbeda dari sebelumnya. Penyemprotan disinfektan bisa juda dicampur dengan insektisida, terutama jika ditemukan banyak kutu dan serangga. 
Menaburkan sekam dengan ketebalan sektiar 10 cm. sebelum dipakai, sekam harus difumigasi menggunakan Formalin dan PK (Kalium Permanganat) dengan perbandingan 2 : 1 (40 ml Formalin 20 gram PK untuk ruangan seluas 2,8 m3). Dosis yang dipakai biasanya 2-3 kali lipat dari dosis standar tersebut. Sekam yang ditaburkan harus baru. Serta bebas dari kotoran, sampah dan jamur.
Kandang yang sudah bersih dan steril tersebut harus tetap terjada agar tidak terkontaminasi dari lingkungan luar.program isolasi dan biosecurity, terutama pada ayam broiler breeder,harus benar – benar dijalankan.Program tersebut sebagai berikut: 
Sebelum masuk kekawasan kandang brooding, semua orang harus mandi terlebih dahulu dan semua pakaian harus diganti dengan seragam kerja.
Hanya petguas kandang ayng diisinkan masuk kekandang brooding, sedangkan tamu atau pengunjung lainnya dilarang keras masuk kedalamnya.
Petugas kandang dilarang saling berkunjung antar kandang. Jika memang diperlukan, mereka harus disanitasi terlebih dahulu.
Kandang harus diisi oleh ayam dengan umur yang sama.
Jangan membiarkan burung liar atau unggas lainnya masuk ke dalam kandang.
Harus diusahakan tikus dan serangga tidak sampai masuk kedalam kandang dan lingkungan sekitarnya karena bisa menjadi pembawa (carrier) penyakit.


Mempersiapkan Pemanasan dan Lingkaran 
Memang Lingkaran Pelindung atau Chick Guard
Lingkungan pelindung bisa terbuat dari seng, layar, karung, triplek atau boks bekas DOC. Namun, pelindung yang paling bagus terbuat dari seng lingkaran pelindung dibuat dengan tinggi 45 – 50 cm dan diameter 2,75 – 4 meter. Diameter lingkaran yang akan dibuat berdasarkan kapasitas pemanas (brooder) dan jumlah DOC.
Contohnya, diameter lingkaran pelindung 3,6 m untuk 500 ekor DOC parent kstock dan 3,2 m untuk 750 ekor DOC broilerkomersial menggunakan gasolek sedang. Lingkaran pelindung dilebarkan sedikit demi sedikit mulai hari ketiga dengan memperhatikan kondisi DOC.
Memasang tempat pakan dan temapt minum DOC
Tempat pakan DOC yang dibutuhkan tergantung dari jumlah populasi DOC untuk setiap lingkaran pelindung. Idealnya, satu tempat pakand igunakan oleh 100 ekor DOC. Tempat pakan dipasang secara berselang – seling dengan tempat minum yang berkapasitas satu galon.
Meletakkan alat pemanas
Alat pemanas berupa gasolek dipasang diketinggia 110 – 125 cm, panas yang dihasilkand ari galsolek bisa diatur menggunakan regulator yang ada ditabung gas. Pemakaian gasolek memiliki kelebihan yaitu panas yang dihasilkan arelatif merata. Stabil dan tidak terpengaruh angin. Pnas yang dikeluarkan berupa sinar merah (infra red) dan tidak berpolusi (tidak berasap)
Mempersiapkan kebutuhan sumber energy
Sumber energy bisa berupa gas LPG, batu bara, listrik atua minyak tanah, tergantung dari jenis alat pemanas (brooder) yang akan digunakan (lihat table dibab sebelumnya), sumber energy ini harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan selama masa pemeliharaan awal selama 16-18 hari untuk broiler komersial dan  21 – 28 hari untuk broiler komersial dan 21 – 28 hari untuk broiler breeder
Pemasang Tirai
Dikandang terbuka, hamper semua dinding kandang dipasangi tirai atua layar, kecuali seperempat bagian atasnya (20-30 cm), seperempat bagian tersebut tetap terbuka. Dikandang tertutup, semua bagian dinding dan a tap kandang harus tertutup rapat, kecuali bagian inlet.

Kegiatan selama periode Pemanasan atau Brooding Period
Periode ini merupakan masa paling kritis dalam siklus kehidupan ayam karena DOC mengalami proses adaptasi dengan lingkungan baru. Periode ini juga merupakan masa proses pembentukan kekebalan tubuh dan masa awal pertumbuhan semua organ tubuh. Berikut ini beberapa kegiatan yang perlu dilakukan apda periode pemanasan.

a. Menyalakan pemanas
Pemanas sebaiknya dinyalakan satu hari sebelum DOC datang Tujuannya, agar suhu disekitar lingkungan sudah hangat dan merata Temperatur yang diperlukan untuk DOC bisa diukur menggunakan thermometer yang diletakkan sekitar 5 cm.diatas permukaan sekam.

b. Mengontrol Temperatur Kandang 
Menent ukan temperature yang ideal bisa dilakukan dengan cara memperhatikan tingkah laku DOC sebagai berikut :
1. DOC menjauh dari pemanas, berarti temperature terlalu panas
2. DOC mendekati pemanas, berarti temperature terlalu dingin 
3. DOC aktif dan menyebar, berarti temperature ideal 
4. DOC berada dalam satu sisi dan bergerombol, ada embusan angin yang masuk dari satu arah

c. Menyiapkan Air Minum 
Tempat minum diisi dengan air gula aren dengan takaran 50-80 gram gula aren per liter air untuk 6-8 jam mpertama. Pemberian air gula ini dimaksudkan agar DOC bisa memperoleh energy dengan cepat. Selain gula aren, air minum untuk DOC yang baru datang bisa ditambahkan sarbitol dengan dosis 2 cc per liter air atau Biogreen dengan dosis 1 cc per liter air. Jika DOC berasal dari temapt yang jauh, didalam air minum bisa juga ditambahkan vitamin C (citric acid) bersamaan dengan gula dengan dosis 1 gram per liter air selama 24 jam pertama.

d. Memeriksa kualitas dan kuantitas DOC
Kegiatan pertama yang harus dilakukan ketika DOC datang adalah memperhatikan dan memeriksa keadaan DOC secara keseluruhan. Baik kualitas maupun kuantititasnya. Beberapa cirri DOC yang berkualitas sebagai berikut :
1. Bebas dari penyakit terutama pullorum, omphalitis, dan jamur 
2. DOC terlihat aktif 
3. Kakinya besar dan basah seperti berminyak 
4. Bulu cerah dan penuh 
5. Pantatnya tidak kotor atau tidak terdapat pasta putih.
6. Berat tidak kurang dari 37 gram (tergantung dari strain ayamnya).
7. Sudah divaksin mareks untuk ayam breeder
Setelah diperiksa, DOC harus segera diletakkan ditempat pemanas. Selanjutnya, DOC diajari cara minum dengan cara mengetuk – ngetuk tempat minum. Pekerja kandang harus memastikan semua DOC bisa minum.

e. Memberi Pakan DOC 
Memberi pakan untuk pertama kalinya dilakukan 3-4 jam setelah seluruh DOC minum. Pemberian pakan dilakukan sesering mungkin minimum lima kali sehari. Pakan yang diberikan berupa pakan jenisstrater dengan kandungan protein 19-31% dan untuk ayam broiler breeder protein yang dikonsumsi sampai umur 5 minggu sekitar 180 gram. Konsumsi protein tersebut bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas bertelur. Meningkatkan system kekebalan tubuh dan titer (antibody) yang baik terhadap vaksinasi.
Cara mengecek anak ayam makan atau tidak adalah dengan cara menangkat secara acak atau anak ayam paling pinggir, lalu meraba temboloknya. Jika temboloknya berisi pakan, berarti ayam sudah makan. Dalam table dibawah ini diberikan contoh pemberian pakan untuk strain ayam broiler breeder yang berbeda dengan Grit untuk anak ayam selama periode brooding sangat diperlukan grit yang diberikan merupakan partikel kecil dari granit,silica, atau kerang yang tidak akan dicerna oleh ayam. Grit tersebut berfungsi membantu proses pencernaan anak ayam, sehingga lebih efisien.

f. Mengontrol keadaan sekam 
Sekam harus dikontrol setiap hari dan harus dijaga agar selalu kering sekam yang menggumpal harus dibuang dan diganti dengan yang baru.

g. Lingkaran pelindung diperlebar setelah tiga hari pertama untuk menambah luas lantai (floor space) bagi DOC. Pelebaran lingkaran pelindung harus diulang setiap dua hari sekali setiap -,3 – 0,5 meter. Setiap pelebaran harus ditimbangi dengan penambahan tempat pakan dan minum. Floor space yang diperlukan untuk ayam broiler breeder selama menggunakan alat pemanas (sampai berumur tiga minggu) sekitar 10 – 11 m2, tergantung pada strain yang dipelihara.

h. Melakukan seleksi dan Grafding 
Penyeleksian dilakukan secara rutin setiap hari sejak minggu erptama. Penyeleksian bertujuan memisahkan anak ayam yang kecil, kaki kering terkena omphalitis, serta abnormal (kaki pengkor, paruh bengkok, dan tubuh lemas dengan anak ayam yang seat dan normal. Ayanak ayam yang diseleksi harus sesegera mungkin dimusnahkan dan dicatat sebagai angka penyusutan ayam (Defletion).Grading adalah pengelompokan ayam menjadi beebrapa kelompok sesuai dengan standar berat setiap strain ayam. Anak yang kecil dipisahkan tersendiri dan diberi pelakuan khusus hingga berat badannya bisa mengejar berat badan anak ayam yang besar. Pelakuan khusus untuk anak ayam yang memiliki berat badan rendah adalah pemberian vitamin secara terus – menerus, pemberian pemanas lebih lama, sesering mungkin membangunkan anak ayam yang memiliki berat badan rendah adalah lama, sesering mungkin membangunkan anak ayam untuk makan, dan mengurangi eprbandingan tempat pakan dan tempat minum dengan anak ayam.
Grading terhadap anak secara keseluruhan perlu dilakukan sejak ayam berumur 17 -22 hari, terutama ayam broiler breeder. Perlakuan ini berkorelasi nyata antara keseragaman ayam pada pemeliharaan periode starter dan keseragaman ayam pada periode pertumbuhan dan periode produksi.

i. Mengatur sirkulasi udara kandang
Mengatur sirkulasi, terutama untuk kandang terbuka, dilakukan setelah 2 – 3 hari masa brooding (tergantung pada kondisi udara di dalam kandang). Mengatur sirkulasi dilakukan dengan cara membuka layar bagian atas 10 – 25 cm. bisa juga dilakukan dengan cara membuka layar dari bagian atas kebawah pada minggu ketiga semuanya. Namun, minggu kedua 2/3 bagian, dan minggu ketiga dingin, layar bagian bawah tetap ditutup hingga ayam berumur 28 hari atau pertumbuhan bulu sudah sempurna menutupi seluruh tubuh.
Dikandang tertutup sejak hari pertama kipas exhaust harus sudah dinyatakan minimum satu buah. Penambahan jumlah kipas exhaust yang dinayakan tergantung pada kondisi temperature linkungan jika panas, dan pad ahari ke-3 – 5 kipas kedua harus dinyatakan.

j. Melakukan program pencahayaan 
Pencahayaan selama 24 jam untuk ayam breeder hanya dilakukan pada hari ke-1 dengan tujuan agar ayam mengetahui letak tempat pakan, tempat minum dan pemanas. Setelah itu. Program pencahayaan dilakukan secara ketat sesuai dengan program yang direkomendasikan oleh setiap strain untuk menghindari dewasa dini (Early Sexual Maturity)

k. Mengganti tempat pakan dan tempat minum
Feeder Chick Tray mulai diganti dengan tempat pakan tabung kapasitas 5kg secara bertahap, yaitu sekitar 25% sejak ayam berumur 5 – 10 hari. Selanjutnya apda hari ke-15 diganti sebanyak 50% dan apda hari ke-18 – 21 diganti seluruhnya (199%). Hal yang sama juga dilakukan untuk tempat minum.

l. Menimbang Berat Badan Sampel
Penimbangan dilakukan setelah ayam berumur 2-3 minggu tujuannya  untuk mengetahui pertambahan berat badan mingguan dan membandingkannya dengan standar berat badan yang direkomendaiskan oleh strain ayam tersebut.
Mengambil sampel sebanyak 5-10 % dan populasi ayam yang akan ditimbang dilakukan secara acak dari setiap sudut dan bagiant angan 80%. Tingkat keseragaman selama periode brooding merupakan dasar awal untuk tingkat keseragaman periode berikutnya.

m. Membuat laporan
Pencatatan laporan kegiatan seitap hari harus dilakukan sejak DOC. Datang. Laporan tersebut membuat jumlah ayam yang ma ti, jumlah dan cara pemberian pakan, obat, dan vaksin, serta berat badan minggu dan tingkat keseragaman. Data perkembangan berat badan mingguan digambarkan dalam grafik standar berat badan mingguan untuk setiap strain ayam harus disediakan formulir grafik standar berat abdan mingguan. 
Tujuan pembuatan laporan selama periode brooding adalah untuk mengetahui perkembangan ayam, terutama pertambahan berat abdan mingguan, tingkat keseragaman, tingkat konsumsi pakan (feed in take), serta perkembangan kesehatan ayam.

n. Memotong Paruh (Beak Triming) atau Debeaking
Potong paruh dilakukan untuk ayam breeder dengan tujuan untuk mengurangi sifat saling patuk (kanibalisme) di antara mereka. Potong paruh dilakukan saat ayam berumur 7 – 10 hari menggunakan alat yang disebut dengan debeaker. Debeaker mempunyai tiga lubang standar, yaitu diameter 4; 4,5; dan 4,7 mm, tetapi yang disarankan adalah debeaker dengan lubang berdiameter, mm. 
Tata cara memotong paruh sebagai berikut : 
- Siapkan debaker dengan pisau atau blade tajam benar.
- Debeaker dinyatakan dengan cara dihubungkan ke aliran listrik
- Periksa keadaan pisau debeaker. Jika menyala merah, berarti bisa dipakai
- Tes atau coba debeaker terhadap DOC apkir
- Masukan paruh bagian atas dan bawah ke dalam lubang debeaker 
- Tekan pisau secara bersamaan untuk kedua paruh tersebut.
- Jika terjadi perdarahan, lakukan pembakaran dengan cara menekan paruh ke pisau debeaker 
- Pemotongan paruh sebaiknya dilakukan oleh yang yang berpengalaman dan terlatih agar hasilnya baik.


Cara memotong paruh breeder betina dan jantan berbeda sebagai berikut
1. Memotong Paruh Ayam Breeder Betina
Memotong paruh dilakukan dengan ara membuang setengah bagian paruh atas dan bawah menggunakan pisau debeaker yang panas. Setelah selesai, paruh bagian atas akan tampak lebih pendek dibandingkan dengan paruh bagian bawah 
Paruh diperiksa kembali saat ayam berumur 16-18 minggu, jika ada ayam yang paruhnya tumbuh lagi diatas level ini, harus segera dilakukan pemotongan ulang (redebeaking) yang biasanya hanya bersifat individual

2. Memotong paruh ayam breeder jantan 
Cara memotong paruh ayam jantan hamper sama dengan pada ayam breeer betina, tetapi paruh yang idbuang hanya sekitar seperempat bagian paruh aatas dan paruh bawah. Tujuan potong paruayam jantan ini adalah untuk menghindari mereka saling mematuk, tetapi masih bisamemagang bagian kepala betina ketika kawin.
Hasil pemotongan paruh harus berukuran seragam, karena keseragaman ini berpengaruh terhadap keseragaman ayam, meminimalkan sifat saling mematuk, efisiensi pemberian pakan, daya hidup lebih baik dengan sedikit ayam yang diapkir, dan tingkat fertilitasnya bertambah.
Menghindari perdarahan saat potong paruh bisa dilakukan dengan memberi vitamin K kepada ayam yang bersangkutan pada 1 – 3 hari sebelum dan sesudah epmotongan 

Pemeliharaan ayam jantan Breeder atau male rearing 
Sejak pertama datang ayam jantan dipelihara secara terpisah didalam kandang tersendiri, tidak dipelihara didalam kandang slat, karena bisa mengganggu pertumbuhan otot kaki, terutama system persendian. Pakan yang diberikana dalah pakan khsus pejantan dengan kandungan protein yang lebih tinggi daripada untuk ayam betina agar pembentukan kerangka tubuh (Frame size) berjaland enganbaik. Protein tinggi (18-21%) diperoleh dari pakan jenis starter.
Empat minggu pertama merupakan masa kritis dalam kehidupan ayam jantan karena pada umur inilah ayam jantan ditentukan fungsinya sebagai pejantan atau tidak. Target berat abdan ayam jantan saat umur empat minggua dalah 640 gram. Berat badan tersebut bisa dicapai dengan cara pemberian pakan secara penuh (full feed) selama empat minggu. Target berat badan tersebut bisa membentuk kerangka yang besar dan kuat. Sehingga akan menghasilkan fertilitas yang ntinggi selama siklus hidupnya.

Beberapa permasalahan selama periode pemanasan

a. Tingkat kematian Tinggi
Tingkat kematian umumnya tinggi pada minggu pertama masa pemeliharaan. Angka Kematian bisa dilihat sejak ayam berumur 1 – 3 hari . beberapa penyebab utama kematian pada umur tersebut sebagai berikut :
1. DOC tidak berkualitas
2. Kesalahan tata cara pemeliharaan (Mismanagement) Periode Brooding, terutamam tata cara pemanasannya 
3. Adanya serangan penyakit, seperti Omphalities, pullorum, avian encephalomyelitis, difisiensi nutrisional, dan jamur (aspergilosis)
4. Ayam mengalami stress berat, terutama disebabkan masalah transportasi selama pengiriman, misalnya temperature didalam DOC banyak yang mengalami dehidrasi berat.
b. Berat badan rendah dan tingkat seragam 
Beberapa penyebab berat badan rendah dan tidak seragam sebagai berikut :
1. Sejak awal, berat badan DOC yang dipelihara sudah tidak seragam dan tidak berkualitas
2. Kesalahan tata cara pemeliharaan (mismanagements) pada periode brooding, terutama tempat pakan dan minum dengan DOC tidak sebanding 
3. Temperature tidak ideal, yaitu terlalu dingin atau terlalu panas
4. Pendistribusian pakan tidak merata dan temapt pakan sering kosong 
5. Keapdatan ayam terlalu tinggi sirkulasi udara tidak lancar dan gas ammonia relative tinggi 
6. Ayam terkena penyakit 

c. DOC tidak berkualitas 
DOC yang tidak berkualitas, seperti kakinya kering, omphalitis, berasal dari induk muda, atau berat badan tidak seragam sering ditemukan oleh peternak, terutama ketika harga DOC mahal dan sulit didapatkan hanya DOC berkualita syang dipelihara.

d. DOC mengalami stress
Biasanya anak ayam atau DOC yang mengalami stress tidak mau makan, Nervous, dan fisiknya lemah. Keadaan ini menyebabkan kondisi tubuhnya menurun dan mudah terserang penyakit. Menanggulangi stress bisa dilakukan dengan memberikan multivitamin kepada anak ayam. Stress bisa disebabkan perubahan cuaca yang ekstrem, perlakuakn kasar atua reaksi vaksinasi.

Nah, cukup sekian dulu informasi yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat, jangan lewatkan  informasi menarik lainnya ya...
Sumber:

Ir. Roni Fadilah, SE, Drh. Agustin Polana, Ir. Sjamsirul Alam, & Ir. Eko Purwanto, Sukses Beternak Ayam Broiler, Agro Media Pustaka, Bogor, 2006

Budidaya Jamur Tiram


Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai udaha budidaya jamur tiram cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian tersulit adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.

Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram. Berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu.

Ada dua kegiatan utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam tersebut. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah.

Untuk pendatang baru, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara pengadaan, baglog yang siap tumbuh didapat dengan membeli dari pihak lain. Kemudian setelah usaha budidayanya berkembang dan volumenya banyak, baru mencoba membuat baglog sendiri.


Sumber:alamtani.com

Memelihara Ayam Kampung


Ayam kampung merupakan ayam lokal asli. Konon ayam ini berasal dari ayam hutan yang dijinakan. Jangan terkecoh dengan jenis-jenis ayam buras lain seperti ayam katai dan ayam arab. Meskipun kini banyak dijumpai hasil silangan ayam kampung untuk meningkatkan produktivitasnya. Kelebihan ayam kampung mempunyai daya tahan yang cukup kuat terhadap penyakit.

Bibit ayam kampung bisa didapatkan dengan membeli dalam bentuk telur, Day Old Chicken (DOC), atau indukan. Bila membeli dalam bentuk telur, pastikan mengetahui asal-usul telur tersebut. Bila memilih bibit dari DOC, kenali ciri-ciri yang baik antara lain tidak cacat, berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.

Ternak ayam kampung biasanya tidak membedakan antara ayam petelur dan ayam pedaging. Produktivitas bertelur ayam kampung sangat rendah, sekitar 115 butir per tahun. Pertumbuhannya juga lambat, hingga umur 2 bulan ukuran ayam masih sebesar kepalan tangan orang dewasa. Baru pada umur 8-12 bulan ayam kampung sudah siap untuk ukuran konsumsi.

Ada anggapan keliru mengenai ayam kampung, yaitu ayam betina hanya bisa bertelur apabila dikawini oleh pejantan. Pendapat itu keliru, karena ayam kampung seperti juga ayam ras petelur dan unggas lainnya bisa bertelur meski tidak dikawini. Ayam kampung juga bisa produktif asal mendapatkan perlakuan dan pemberian pakan yang tepat. Telur yang dihasilkan karena tidak dikawini infertil dan tidak akan menetas.Ayam kampung sudah bisa bertelur setelah berumur 6 bulan.

Tidak seperti ayam ras, betina ayam kampung mempunyai naluri yang tinggi untuk mengerami telur dan memelihara anaknya. Saat periode mengerami dan mengasuh anak, ayam betina menjadi agresif untuk melindungi anaknya.

Panduan umum cara ternak ayam kampungAda hal yang harus dipantang dalam ternak ayam kampung asli, yakni jangan mengurung ayam 24 jam dan jangan hanya memberikan pakan pabrikan saja. Bila kedua hal tersebut dilakukan, siap-siap untuk merugi. Ayam kampung asli yang dikurung 24 jam artinya harus diberikan pakan buatan secara terus menerus. Alhasil, karena pertumbuhannya lambat, biaya pakan yang dikeluarkan tidak akan menutupi ongkos produksi.

Jadi bagaimana cara memelihara ayam kampung agar untung? Biarkan pekarangan di dalam pagar beralaskan tanah ditumbuhi rerumputan. Lingkungan seperti itu akan memberikan pakan alami bagi ayam. Hijauan akan tumbuh sebagai pakan tambahan dan cacing tanah juga bisa memenuhi kebutuhan protein ayam. Ada kebiasaan ayam memakan kerikil untuk membantu pencernaan di dalam tembolok mereka. Pakan buatan diberikan tidak secara intensif, hanya 2-3 kali saja sehari. Sisanya biarkan ayam mencarinya sendiri.